Manusia

Pertemuan 4

Manusia

 

Indikator Pencapaian Kompetensi Substansi Kajian

Setelah mengikuti perkuliahan topik ini:

Mampu menjelaskan hakikat manusia sebagai :

*manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan

*manusia sebagai mahluk religius

*manusia sebagai mahluk sosial

*manusia sebagai mahluk rasional

*manusia sebagai mahluk etis/moral

 

Materi Kuliah

Hakikat Manusia

Manusia adalah mahluk ciptaan TUhan yang paling mulia di antara mahluk-mahluk dan benda-benda ciptaan yang lain. Dengan demikian manusia tidak berada/bereksistensi dengan dengan sendirinya.  Hidup manusia bergantung kepada Sang Pencipta. Berakhirnya hidup manusia juga bergantung kepada Sang Khalik. Jadi sumber kehidupanlah yang menentukan hidup dan matinya manusia.

  1. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan

Alkitab mencatat bahwa manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan. Alkitab menolak teori evolusi. Sebagai mahluk, manusia bergantung kepada Sang Pencipta sekaligus sumber kehidupannya. Manusia harus mengakui kedaulatan Tuhan atas hidup dan tujuan hidupnya.

Seorang teolog bernama Agustinus mengatakan, “Jiwaku gelisah sampai aku menemukan kedamaian dalam Tuhan).

 

  1. Manusia adalah mahluk religius

Kitab Kejadian pasal 1 mencatat bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa sebagai Pencipta-Nya. Konsekwensinya adalah bahwa sebagai Pencipta memberikan mandate kepada manusia untuk mengelola bumi ciptaan Tuhan, Selain itu manusia diciptakan untuk berhubungan atau merespons tuhan, yang dengan demikian manusia adalah mahluk religious. Penciptaan manusia sebagai gambar Tuhan memungkinkan terjadinya sesuatu hubungan akrab antara Tuhan dengan manusia, yaitu mahluk dengan siapa Tuhan berfirman (bandingkan Kejadian 1:27)

 

  1. Manusia sebagai mahluk sosial

Manusia hidup tidak dengan sendirian dan selalu hidup dalam ketergantungan dengan orang lain dan berorientasi kepada sesame (Kejadian 2:18).

Kejadian pasal 2 menegaskan bahwa tidak baik kalau manusia seorang diri, Oleh karena itu tuhan menciptakan penolong yang sepadan. Tuhan menghendaki manusia hidup dengan sesamanya. Orientasi kepada sesamanya juga menyebabkan lahirnya pranata dan lembaga social (misalnya keluarga, komunitas dari local sampai internasional, maupun pranata politik, ekonomi, dll.

 

  1. Manusia sebagai mahluk rasional

Tuhan memberikan mandate budaya kepada manusia, yang berarti bahwa manusia mengemban tanggung jawa untuk mengelola alam semesta. Selain itu tidak dapat dipungkiri bahwa manusia juga bergantung kepada kondisi dan produk dari bumi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagai pemegang mandate Tuhan, manusia diciptakan dengan diperlengkapi dengan rasio, yaitu kemampuan untuk menggunakan pikirannya untuk mengelola bumi supaya secara terus-menerus secara memadai memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Walaupun demikian manusia tidak boleh melakukan ekplorasi yang berlebih-lebihan (eksploitasi) bumi sehingga dapat berpotensi menimbulkan aneka bencana alam seperti tanah longsor, banjir, kebakaran hutan, juga distribus produk alam yang tidak merata sehingga terjadi kelaparan di mana-mana.

 

  1. Manusia sebagai mahluk etis/moral

Tuhan memberikan hokum kepada manusia yaitu larangtan untuk memakan buah pohon pengetahuan hal yang baik dan yang jahat (bandingkan dengan Kejadian 2:7), Manusia diberi pilihan untuk melakukan ketaatan atau pelanggaran. Manusia diciptakan dengan kebebasan untuk memilih dan menentukan pilihannya, namun demikian manusia harus bertanggungjawab.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>